"Koling" sajian kopi unik di Jogja

by Arelya Febriane

Tempat istimewa apa saja yang sudah teman-teman kunjungi di Jogja? Tugu? Malioboro? Alun-Alun? Kayaknya biasa banget. Eits, tapi jangan salah! Selalu ada hal baru yang dapat kita temukan disana, apa sih? Saya yakin pasti udah pada tau soal Malioboro yang telah berubah jadi super nyaman bin foto able gitu, berkat perbaikan fasilitas untuk pengunjung, jadi kita lebih nyaman selama berada disana, suasanya jadi tambah syahdu kalau malam karena lampu-lampu jalanan itu menurut saya bikin tenang dan nyaman apalagi kalau ditemani sama kopi, para pecinta kopi pasti setuju banget ini. Aku merekomendasikan kopi 'jalanan' yang selalu menjadi agenda wajib saya kalau kesana. Kenapa saya sebut kopi 'jalanan'? Pertama karena ini kopi murah banget, gak kayak di café. Alasan yang terakhir tentu saja karena berada di pinggir jalan, anggaplah kalau warung itu kaki lima.

Kalau teman-teman berjalan di sederetan Malioboro Mall, teman-teman  akan menemukan mas-mas penjual kopi dengan gerobak yang dikayuh menggunakan sepeda. Gerobaknya pun unik ada tempat buat nyucinya gitu (teman saya sampek nggumun), kata masnya air untuk nyuci pake galon jadi bersih dan nggak ngotorin trotoar.


Koling Malioboro

Disini menyediakan manual brew aja pake V60. Kalau beruntung bisa dilayani sama yang empunya langsung. Namanya juga kopi 'jalanan' minumnya ya di pinggir jalan dan benar-benar di trotoar. Mereka tidak menyediakan tempat duduk untuk pelanggannya, sistemnya take away gitu. Tapi kita bisa duduk-duduk dibangku taman kota.

Pelayanan ramah banget dan kalau yang di Malioboro pakai lurik sama blangkon jadi lebih unik menurut saya. Kalau kita tanya-tanya kayaknya masnya makin seneng karena nikmatnya bikin kopi itu ketika kita sebagai barista bisa ngobrol langsung sama pelanggan, lihat pelanggan tertarik sama kopi dan terhibur dengan 'seni' kopi itu nyenengin banget lho.



Menu yang disediakan bukan cuma kopi aja, tapi ada minuman yang bukan kopi juga. Soal kopi, mereka menyediakan arabika dan robusta. Bisa di mix dan bisa minta banyakan jenis kopi yang mana. Waktu itu saya pengen nyobain origin blend arabika + robusta. Kalau saya cenderung lebih suka kopi pahit jadi saya milih banyakin robustanya. Untuk para pecinta kopi, bisa minta tanpa gula (paling masnya nanyain berkali-kali "Tapi nanti pahit lho Mbak.." ga percaya ini mas-mas sama saya, mungkin karena saya tidak tampak seperti pecinta kopi).


Origin Iced (kiri) dan Origin + Milk Iced (kanan)

Koling nggak cuma buka di Malioboro kok, dia juga ada di Tugu dan Alun-Alun Kidul dua tempat ini justru tempat tetap untuk mereka ngetem.

Yang menurut saya kurang, terletak di lembaran menu yang antara satu tempat dengan yang lain berbeda (menu di Malbor dengan di Alkid itu beda nama). Meskipun yang berbeda itu cuma namanya tapi tetap bikin orang bingung pada awalnya, terutama yang udah pernah ke koling A terus iseng ke koling B. Nggak tau juga sih alasannya kenapa dibikin beda. Yang bikin beda lagi ada di pakaian yang dikenakan. Waktu saya ke koling Malbor, mas-masnya pake baju lurik dan blangkon sedangkan di Alkid tidak seragam jadi kayak kehilangan satu keunikan.

Saran dan harapan saya, diseragamkan antara satu tempat dengan tempat yang lainnya baik dari segi menu maupun pakaian, agar mempertahankan keunikannya.

Koling Alun-Alun Kidul
NOTE !
Lokasi : Malioboro/ Tugu/ Alun-Alun Kidul
Rek.   : Semua kopi (saya sarankan untuk tidak membeli menu selain kopi)
Rating : 8.9/10
*penilaian bisa berubah sewaktu-waktu*

Komentar

Posting Komentar